Muslim bukan di Negara Mayoritas

Kultum Ramadhan NEC

Pak Rizky
Selasa, 05 Juni 2018

Siang ini Pak Rizky akan menceritakan kisahnya ketika berkunjung ke Negeri Tirai Bambu atau yang biasa kita sebut Negara China.

Banyak yang tempat yang Pak Rizky kunjungi disana, salah satunya Masjid Niujie.

Masjid Niujie merupakan masjid tertua di kota Beijing,China. Dinamakan Niujie karena terletak di jalan (jie) sapi (niu) atau jalan sapi di Xuanwu, karena warga di wilayah ini menjual masakan halal, terutama yang menggunakan bahan baku daging sapi. Karenanya tak mengherankan jika kawasan ini dipenuhi oleh restoran-restoran Muslim. kawasan dimana sekitar 13000 orang muslim tinggal dan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan berpenduduk Muslim terbanyak di Beijing.

Mesjid Niujie terbuka untuk pengunjung umum dan saat ini merupakan salah satu masjid utama di antara 68 buah masjid di Beijing. Namun pengunjung non muslim dilarang memasuki ruang sholat utama dan mereka hanya bisa memasuki bagian lain di kompleks ini.

Sejarah Pembangunan Masjid Niu Jie – Beijing
Masjid Niujie mulai dibangun pada tahun 996, pada masa pemerintahan Kaisar Tonghe dari Dinasti Liao oleh dua orang berkebangsaan Arab. dilanjutkan pembangunannya pada tahun 1442 pada saat Dinasty Ming dan diperluas pada masa Dinasty Qing pada tahun 1696.

Sejak negara Republik Rakyat Cina berdiri pada tahun 1949 masjid Niujie sudah 3 kali direnovasi. Renovasi itu terjadi tahun 1955, 1979 dan 1996. Renovasi terakhir dilakukan sejalan dengan penyelenggaraan Olimpiade 2000 ketika Beijing menjadi tuan rumah. Renovasi ini mencakup membangun tempat wudhu untuk wanita, ruang pameran dan ruang depan untuk pengunjung umum. dengan demikian masjid ini sudah melintasi enam zaman dari masa kekuasaan Dinasti Liao, Dinasti Song, Dinasti Yuan, Dinasti Ming, Dinasti Qing hingga era Cina modern saat ini.

Kompleks masjid mencakup 6.000 meter persegi. Ruangan ini hanya dapat menampung seribu orang jamaah . Di dalam masjid ini terdapat dua makan Imam asal Persia, Imam Ahmad Burdani dan Imam Ali, yang masing-masing meninggal tahun 1320 dan 1283.
Referensi info mengenai masjid ini dari Blog Hendra Gunawan.

Hikmah yang bisa di ambil dari perjalanan Pak Rizky ke Beijing adalah Kita harus bersyukur berada di Negara Indonesia, karena disini sangat mudah mendapatkan makanan halal dan mudahnya menemui Masjid disekitar kita.

Sedangkan di Negara yang Pak Rizky kunjungi sulit mencari makan yang halal dan harus berjalan berkilo-kilo untuk mencapai Masjid.

Hikmah yang lainya adalah ada orang yang menunjukan makanan halal ketika Pak Rizky dan istrinya(Ka Ocha) sedang bingung mencari makanan. Sebabnya karena orang itu melihat istrinya Pak Rizky yang berhijab. Itulah salah satu manfaatnya berhijab.

Info dari Pak Rizky di China memiliki Toleransi Beragama seperti di Indonesia.

Demikian ringkasan Kultum siang ini.
Semoga bermanfaat.

Kritik dan saran bisa disampaikan dikolam komentar.

Pondok Kelapa
050618.20:58
AMB

2 thoughts on “Muslim bukan di Negara Mayoritas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s