Jendela yang Buram

Bayangkan kita sedang duduk di dalam sebuah rumah yang besar.

Kita duduk dibalik jendela melihat keluar.

Hari itu kita sedang menunggu-nunggu sebuah mobil yang akan membawa kita kesebuah daerah. Jika kita tidak dijemput oleh mobil tersebut dalam waktu 30 menit, maka kita akan bermasalah dengan bisnis atau pekerjaan kita. Sebuah kontrak yang penting sudah harus ditandatangani dan kita tidak punya waktu lagi.

Setelah 29 menit kita menunggu, kita berada di puncak kepanikan. Mobil tersebut tidak datang. Kita galau, gelisah, khawatir akan kelangsungan bisnis kita. Lalu kita tidak sengaja membuka jendela di depan kita dan ternyata mobil itu sudah ada di sana sejak 1 jam lalu. Jendela itu kotor dan buram. Kita tidak bisa melihat mobil yang kita tunggu ternyata sudah siap mengantarkan kita.

Hanya seperti itulah bentuk kepanikan kita. Hati ini galau untuk sebuah solusi yang sebenarnya sudah tersedia. Jendela yang kotor dan buram yang menghalangi kita dalam melihat solusi. Padahal solusi itu sebenarnya sudah ada. Menunggu kita membuka jendela.

Dinukil dari buku RMR

Karya Nasrullah

Pondok Kelapa, 060718.21:18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s