CMSE – Impian Teh Fitry untuk Memiliki Majlis Talim Qur’an Khusus Wanita

Alhamdulillah hari ini kedatangan tamu yang ke-3 dari Bandung.

Namanya Teh Fitry, berikut profilenya……

Salam,

Selamat malam teman2 matrikan Batch 6 Jakarta 1,

Perkenalkan saya Ranie Qubaila L’Fitry, panggilan saya Fitry, tapi di kelas Matrikulasi Bandung 3 lebih populer dengan panggilan Ranie.

Sungguh suatu anugerah yg tidak terduga bisa mendapat kesempatan utk ikut CMSE dan bersilaturahim dengan Mpok-Mpok di Kelas Jakarta 1.

Untuk profil lengkap dan hasil akhir dari Matrikulasi IIP, saya rangkumkan di flyer.

Dari hasil “koreksi pencarian jati diri” selama Matrikulasi batch 6, diawali Tugas Pre Matrikulasi yang menuntut kekreatifan kita lalu berlabuh di NHW 9, akhirnya saya meyakini tugas hidup saya yaitu “Membersamai para Muslimah sharing dan belajar berdasar pada Al Quran dan Hadits”, lalu tercetuslah konsep :
“The Power of Muslimah : SAIFA (Shalihah, Akhlaqul karimah, Istiqomah, Fathonah, Amanah)”

Di awal2 tugas pre matrikulasi, saya sempat iseng bikin yel yel IIP…tadinya buat menyemangati saya pribadi, tapi ternyata teman2 Bandung 3 pun ikut tersemangati…

“I’m not the best, but i’ll try my best to make our life better Dunya Akhirah”

Semoga berkenan.

#rqlf

Tanya-Jawab

1. Ibad :

Teh Fitry

Kapan titik balik hidup dekat dengan Al-Qur’an?

Apakah sejak kecil sudah dikenalkan oleh orang tua atau bagaimana?

Teh Fitry :

Dari mulai kecil, saya dibesarkan di lingkungan keluarga yg berbasic al quran dan nuansa agamis yg kental…

Seiring waktu dan perjalanan hidup, sy dipertemukan dgn sosok lelaki yg skg menjadi suami saya yg notabene memiliki Pondok Pesantren…

Titik awal sy mulai mengamalkan dan berbagi ilmu adalah di bulan ketiga setelah menikah…dari situ dimulailah petualangan saya…

Begitu teh

2. Ibad :

Apakah Teh Fitry pernah merasakan hati yang hamba ketika
jauh dari Al-Qur’an?

Jika Ia, apa yang teteh lakukan?

Jika tidak, bisakah berbagi tips dengan kami disini?

Teh Fitry :

Manusia tidak ada yg sempurna kan ya teh ?….

Saya pun ketika kuliah sempat ada di fase “berontak”…. Yg biasanya satu hari bisa baca minimal setengah juz, pada fase itu butuh waktu satu bulan utk satu juz…

Ada perasaan hampa, gelisah, kalau kata anak milenial mah GALAU…πŸ˜„ yang akhirnya saya sadari keresahan rasa itu karena saya jauh dari al quran, shalatnya gak tepat waktu….

Tips dari saya :
1. Tumbuhkan perasaan butuh dan rindu Allah
2. Tumbuhkan perasaan memiliki Al quran
3. Bergabunglah atau dekatlah dgn org2 yg bacaan qurannya bagus dan betul sehingga mampu menyemangati kita utk terus membaca al quran

*Cara mudah utk dekat dgn Allah adalah melalui Al Quran dan menunaikan shalat…. *

3. Mba Amma :

Oiya teh mau nanya, kalo yang punya pesantren, pasti sudah ada bekal untuk mendidik para penghafal quran… Cara teteh membersamai mereka bagaimana? Sulit kah teh? Pasti kita harus jadi soleh juga kan teh ya?

Teh Fitry :

Berbagi sambil belajar….

Saya selalu bilang sama anak2 dan teman2 yg belajar disini…bahwa kita disini semua sama2 belajar, saling mengingatkan dan saling menyemangati

Keshalehan akan mudah diraih ketika kita terkondisikan dengan org2 yg sholeh lagi.

4. Desi Maharani :

Mau tanya juga teh, apakah membangun pesantrennya dr nol? Jika iya, bagaimna teh prosesnya? Mungkin bisa dishare 😊

Teh Fitry :

Pesantren yg skg kami kelola merupakan peninggalan kakeknya suami, sempat vacum sekitar 10 thn…dan baru mulai dihidupkan lagi tahun 2009 ketika suami sy lulus dari Al Azhar Cairo dan di 2010 setelah menikah ,baru buka asrama lagi

5. Mbak Amma :

Lalu motivasi teteh ikutan ibu profesional apa teh? Kan ilmu di pesantren sudah lengkap tuh dengan Alquran beserta sunnahnya?

Teh Fitry :

Motivasi saya masuk IIP :

Karena saya masih ingin dan butuh Belajar

Karena yg saya lakukan di pesantren n di rumah, posisinya sy yg membagikan ilmu…saya merasa ilmu sy harus berkembang….

Dan masih banyak hal yg harus dipelajari, difahami

Di luar dugaan, IIP mampu memberikan suntikan ilmu yg luar biasa…dengan atmosfir silaturahim yg luarbiasa pula…

Ketika kopdar Bandung 3, saya merasakan seperti udh lama kenal sama teman2 matrikan,padahal baru pertama kali ketemu…

Nah,ini oleh oleh

Ibu yang sholihah itu gimana ?

PROFESIONAL

Ibu yang bahagia itu gimana ?

PROFESIONAL

Ibu yang istiqomah dan berakhlaqul karimah

Adanya di

*INSTITUT IBU PROFESIONAL* 🎡🎼🎢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s