Menghafal adalah Tentang Rasa Cinta

Menghafal adalah tentang rasa cinta.

Terkadang hadir karena dipaksa maupun sebaliknya.

Semakin lama rasa cinta itu dipupuk, akan tumbuh benih² kesetiaan.

Setia membersamai Al-Qur’an di kondisi apapun jalan juangnya.

Saat berat, meringankan hati, maka bergeraklah diri.

Saat payah, merelakan kepayahan itu luruh terbata².

Saat kantuk menyerang, nikmatnya terbasuh dg hafalan bertambah meski seayat.

Menjaga diri, dan terus menjaga diri dg kalamNya.

Dijadikan hafalan sebagai perisai/wirid harian.

Saat ujian hidup menghantam, maka iman mencari dermaga berlabuh bernama Al-Qur’an (hafalan).

Maka benarlah petuah sang Nabi;

seseorang yang tidak mempunyai hafalan, bagaikan rumah yg roboh.

Saat meng-aduh-kan rasa sakit, keluhan lisan dan hati berganti jadi hafalan bertubi.

Maka beruntunglah yang masih berjuang menjaga dan menambah hafalan.

Istimewa dengan pembuktian. Cerminan akhlak berkaca pada Al-Qur’an.

Maka beruntunglah para penghafal Al-Qur’an.

Allah jadikan ia kekasih di muka bumi.

Allah larang ia disakiti.

Allah bantu jalan hidupnya.

Allah angkat derajatnya.

Allah beri hak menyafaati kelak di hari tersusah.

Inilah buah dari rasa cinta tadi. Ranum, manis. Lezat untuk dinikmati sesiapapun yang terpilih. Semoga itu kita. Semoga Allah jaga semangat kita.

(SFW).

Kata-kata di atas adalah Motivasi dari Ustadzah Ziah.

Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan keberkahan di dalam hidupnya. Aamiin.

161118.11:37

——–

AMB171118.22:33

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s