Ghibah

[19/2 20:24] Iqro Tesya Silvania: Kita akan bahas tentang *Ghibah*
[19/2 20:26] Iqro Tesya Silvania: Ghibah itu apasih? 🤔
[19/2 20:34] Iqro Tesya Silvania: Dalil Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. 49 : 12).
[19/2 20:34] Iqro Tesya Silvania: “Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujurat : 12).
[19/2 20:35] Iqro Tesya Silvania: Nih warning dalam Islam soal Ghibah
[19/2 20:35] Iqro Tesya Silvania: Dalil hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya;

Diriwayatkan oleh Said bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam (ucapan) dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar.” (H. R. Abu Daud).
[19/2 20:42] Iqro Tesya Silvania: Bahaya Ghibah dalam Pandangan Islam

Ghibah merupakan perbuatan yang tergolong dalam dosa besar, sebagaimana Imam Al-Qurthubi ungkapkan dalam kitab Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an, bahwasanya ghibah itu sebanding dengan dosa zina, pembunuhan, dan dosa besar lainnya.

Sedangkan menurut Hasan Al Bashri, perbuatan bergunjing lebih cepat merusak agama dibandingkan dengan penyakit yang menggerogoti tubuh.
[19/2 20:44] Iqro Tesya Silvania: Ghibah sendiri membahayakan baik bagi orang yang dibicarakan, diri sendiri, bahkan masyarakat.

1. Mendapat murka Allah SWT

Karna jika kita menggunjingkan saudari kita otomatis kita menghina ciptaan Allah dan itu bisa jadi sebab musabab Allah murka terhadap kita
[19/2 20:45] Iqro Tesya Silvania: 2. Hatinya menjadi keras

Ghibah ini terjadi lantaran dalam hati pelakunya tidak ada Allah, karna syetan sudah menguasai hatinya. Artinya jika syetan sudah menguasai hatinya, lama kelamaan hatinya mengeras. Nauzubillah
[19/2 20:47] Iqro Tesya Silvania: 3. Memicu terjadinya pertikaian dan perpecahan

Para pelaku ghibah tentu akan merasa cemas bila orang yang digunjingkan tau bahwa dia membicarakannya. Dan jika tau pasti akan menyebabkan pertengkaran, perpecahan bahkan kebencian satu sama lain.
[19/2 20:48] Iqro Tesya Silvania: 4. Berani berbuat maksiat

Jika perbuatan ghibah ini terus berlanjut, maka pelakunya makin berani juga melakukan perbuatan maksiat lainnya
[19/2 20:49] Iqro Tesya Silvania: 5. Melenyapkan amal ibadah seorang mukmin

Ternyata penggibah ini akan merasakan pahalanya terbuang sia-sia lantaran ghibah. Pahalanya akan melayang kepada yang di ghibahi, jika ia sudah kehabisan pahala maka dosa si korban ghibah akan berpaling ke pelaku ghibah. Amat rugi kan? Hmmm
[19/2 20:50] Iqro Tesya Silvania: 6. Amal ibadah ditolak Allah

Otomatis jika Allah murka setiap amalannya akan tertolak
[19/2 20:51] Iqro Tesya Silvania: Itulah segelintir akibat yang disebabkan oleh penyakit Ghibah~
[19/2 20:58] Iqro Tesya Silvania: Kalau kita membicarakan orang walau benar adanya sama aja ghibah hukumnya, dosa. Kalau salah malah fitnah dan dusta lebih serem lagi~
[19/2 21:05] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Kalo hati lagi kemana² prasangkanya, nafsu banget diajak berceloteh tentang seseorang, inget aja! *Su’udzonan itu hasilnya cuma 2; jika benar kamu tidak dapat apa² melainkan hatimu terkotori karenanya. Jika salah, dikirimkan dosa untukmu secara sempurna.* Biasa kalo lisan dan hati terjaga dari ghibah, bahkan untuk hewan dan benda matipun pasti ga seleraa berprasangka😅
[19/2 21:12] ‪+62 822-9947-0924‬: Berarti kalau itu fakta kejelekan seseorang namanya Ghibah

Kalau itu sebuah kebohongan itu fitnah ya?
[19/2 21:13] Iqro Tesya Silvania: Betul
[19/2 21:22] Lq Dinda: Iya. Kalo curhat dalam rangka biar dikasih petuah dan sbg pelampiasan gitu termasuk ghibah gasi ustadzah?🥺
[19/2 21:24] Iqro Tesya Silvania: Pertanyaan bagus, ternyata ada loh ghibah yang diperbolehkan
[19/2 21:26] Iqro Tesya Silvania: Ghibah apa aja?
1. Untuk mengungkap kezaliman seseorang (misal tetangga kita disiksa suaminya dan kita ghibahi ke orang lain dalam rangka menolong, maka boleh)
2. Dalam rangka mendapatkan solusi, nah ini diperbolehkan karna kita harus mengungkapkan dulu baru bisa kita cari solusinya. Tapi ga sampe melebar kalau bisa walau boleh 😅
3. Untuk mencari dalil atau hukum ke orang yang lebih faqih terhadap ilmu
[19/2 21:26] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Emg kadang-kadang ada sulit²nya di posisi ini yaa. Apapun profesinya, selagi dia manusia dan hidup di tengah² manusia pulaa. Banyak cara sebenarnya selamat dari hal² begini tuh. Sesuai tingkat kematangan spiritualitas masing². Serius. Kalo bergaul/bermuamalah dg org² dlm kondisi ruhiyah ga beress, kena deh. Nah beda kalo iman iman lagi tebel dikit. Sebelum terjun di ranah ghibah, ada kode dan bisik² halus dari hati ybs. Ntah itu ga nyaman, ga selera, tbtb autis atau bahkan ninggalin majelis ghibah itu. Awalnya emg diem aja, sampe yg ngomong ga enakan sama kita. Gpp, lama² beliau/mereka bakal ngenalin kita; *nih org ga seru diajak ghibah.* Tapi perkara lainnya, mereka tetep bergaul dg kita. Saya udh nyobain itu. Pas ngajar jg sering.
[19/2 21:31] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Itulah kenapa sebuah hadits ngewanti² kita; tanda baiknya iman seseorang adalah meninggalkan perkara² yg tidak bermanfaat baginya. Nah kalo alesan kita pengen tau begron perkembangan peserta didik kita, disarankan tempuh cara² indah yg Islam memuliakannya. PDKT sama ortu murid lgsg bisa, deketin peserta didik jg oke, cari sumber dari banyak guru² yg terlibat jg gpp. Kayanya komunikasi yg perlu kita canggihkan trik²nya biar ga nyerempet ke ghibahan
[19/2 21:38] Iqro Tesya Silvania: Terus ada yang nanya ga nih, kalau udah terlanjur ngegibah kita kudu piye?
[19/2 21:40] Iqro Tesya Silvania: Ghibah adalah seorang muslim menyebutkan di dalam gunjingannya apa yang tidak disukai penyebaran dan penyebutannya.

Bagi siapa saja yang terjerumus ke dalam ghibah (menggunjing), kedustaan, atau adu domba maka wajib bertaubat dan meminta ampun kepada Allah, jika ternyata ucapan tersebut diketahui sudah sampai kepada telinga yang digunjingi, maka hendaknya ia pergi kepadanya dan meminta dihalalkan, jika tidak diketahui maka tidak perlu disampaikan kepadanya akan tetapi mintakan ampun kepada Allah, mendoakannya, memujinya sebagaimana telah menggunjing sebelumnya. Demikian juga jika diyakini kalau diberitahu justru akan menambah permusuhan, maka cukup dengan mendoakannya, memujinya dan memintakan ampun kepada Allah.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

من كانت له مظلمةٌ لأخيه من عرضه أو شيءٍ فليتحلَّلْه منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم ، إن كان له عمل صالح أُخذ منه بقدر مظلمته ، وإن لم تكن له حسنات أُخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

رواه البخاري ( 2317 (

“Barang siapa yang mempunyai masalah tertentu (kedoliman) dengan saudaranya, karena pencemaran nama baik, atau karena sesuatu maka hendaknya ia meminta kehalalannya pada saat itu sebelum dia tidak mempunyai emas atau perak (pada hari kiamat). Jika ia mempunyai amal sholeh, maka akan diambil sesuai kadar kesalahannya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan/dosa saudaranya dibebankan kepadanya”. (HR. Bukhori: 2317)

Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata:

“Barang siapa yang telah menzhalimi seseorang dengan menuduhnya (secara dusta), ghibah, mengejeknya, kemudian bertaubat maka taubatnya akan diterima. Akan tetapi jika orang yang dizholimi itu dikenal, maka ia bersedia untuk diambil haknya, dan jika ia menuduhnya (secara dusta) atau menggunjingnya namun ia belum mendengarnya, maka para ulama mempunyai dua pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad: yang lebih kuat tidak perlu memberitahukan kepadanya bahwa ia telah menggunjing sebelumnya, bahkan dikatakan, hendaknya berbuat baik dalam gunjingannya seperti halnya telah berbuat buruk dengan gunjingan sebelumnya, sebagaimana ucapan Hasal Al Basri:

“Yang menjadi kaffarat (tebusan) ghibah (gunjingan) adalah agar anda memintakan ampun (kepada Allah) orang yang telah anda gunjingkan”. (Majmu’ Fatawa: 3/291)
[19/2 21:40] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Inimah jelasss banget bisikan syaitan yg kreatif. Katanya; akan kugoda mereka dari depan, belakang, kiri, kanan, pake dalil lagi
[19/2 21:44] Iqro’ Yomi Ashofi: Cara buat ngajak orang yg ngeghibah itu utk berhenti dari perbuatan ghibahnya gimana ya, Ustadzah?

Misalnya orang itu dari kalangan keluarga kita yg lebih tua. Kan kadang beliaunya nganggep kita lebih muda, jadi ngerasa dirinya lebih berpengalaman..
[19/2 21:47] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Iyap. Bahkan kita bisa belajar juga dari kisahnya Hasan Al-Basri. Dapet kabar ke telinga beliau dari org lain kalo beliau dighibahi. Digunjing. Adab beliau ga nerobos dan membela diri, ga minta ganti rugi, ga kesel marah² dan emosi. Cuma 4 yg beliau lakukan. Pasti pada tau kan ya. Kita ulang lagi ya; _pertama,_ beliau metik kurma dari kebunnya. Kurma terbaik. _Kedua,_ beliau ngundang si pengghibah ke rumahnya. _Ketiga,_ ngucapin makasih dan ngasih kurma tadi ke pengghibah. Katanya; Telah sampai ke telingaku bahwa engkau mengghibahiku. Aku sangat berterimakasih, karena engkau telah menambah amal terbaikku. Kuanggap sebagai hadiah darimu untukku. _Keempat,_ minta maaf ke pengghibah krn ga bisa ngasih hadiah serupa melainkan cuma bisa ngasih kurma. Maasyaa Allah. Inspiring. Amazing banget ya hatinya. Kuat sekali.
[19/2 21:52] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Kalo versi ust Adi Hidayat, Deri Sulaiman, UAS, UBN, maupun Khalid Basalamah, kalo kita tarik kesimpulan begini; _Tebuslah ghibahmu ke saudaramu dg memberinya apapun yg ia minta meski emas segunung Uhud._ Pertanda ga main² yg namanya kafarat ghibah. Menghanguskan semua anak² baik di akhirat nanti. Dan parahnya, dosa² org yg dighibahi dicampakkan ke kita. Saat tau kita udh kehabisan amal baik
[19/2 21:57] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Meskipun mereka adalah ortu kita, tetep perhatikan adab. Pahami bahwa kita itu sedang menunjukkan kebenaran, bukan menunjukkan kita benar. Kesantunan dan qudwah yg kita jadikan habbits sehari², Insya Allah cukup menyentuh dan mengajak hati mereka. Bahkan sebelum kita bersuara. Sebelum kita nasihati. Kalopun akhirnya nasihat kita sampai ke telinga mereka, insya Allah jatuhnya ke hati. Mentok banget kalo adab dan qudwah udh dicoba ga mempan, di sinilah kita dituntut kreatif dalam berbahasa, bertutur, mengajak dan mencegah. Begitulah dai. Pikirannya tiap hari adalah cara² canggih menyentuh ummat Rosulullah. Satu hal jgn lupa, yg namanya orang tua itu jarang ada yg mau digurui.

[19/2 21:58] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Ada pertanyaan lagikah?
Klo ngikutin berita gosip gitu gmn ust?
[19/2 22:01] Iqro Tesya Silvania: Baiknya kita tinggalkan hal yang sia-sia alias tidak menambah amalan kita 😊
[19/2 22:03] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Suka dicampur kadang² ya topik dan tokohnya. Ditimbang² lagi aja kebutuhan kita apa utk tau ttg mereka
[19/2 22:06] ‪+62 852-0070-8434‬: Klo ngobrol sama suami misal kegiatam sehari2 biasanya ada juga bahas orang lain ust, itu gimana y ust?
[19/2 22:14] Iqrom Ustadzah Siti Fauziah Waruhu: Kalo isinya musyawarah nyari jalan keluar, tanpa menjatuhkan harga diri orang yg disebut, ini diperbolehkan. Pasti ada sebab jg nantinya ini topik bakal dikonsumsi berdua atau ada org lain yg kita libatkan di dalamnya. Ga kebayang kalo suami maupun istri yg lelah seharian di luaran, ketemu org² yg menguji iman, pas di rumah ga ada yg nampung keluh kesahnya, terkhusus pasangannya. Bebannya makin berat pasti. Itulah kenapa banyak kita temui budaya non muslim pelampiasannya aneh², ga sungkan bunuh diri. Saking ga ada tempat curhat. Beruntunglah kita yg Muslim. Di titik ada pembingkaian dan batas² yg menjaga. Pas asyik² ngeghibahin org, ada amal sholihnya yg mengingatkan, ntah dlm bentuk pasangan, saudara, keluarga, maupun kode lgsg dari Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s