Pola Asuh Anak

Langsung mulai saja ya
Baik
Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokaatuh
Malaam Bundaaa β˜•

Terimakasih buat semua yang sudah hadir, menyimak tepat waktu, alhamdulillah

Senaaaang rasanya bisa ngobrol (lagi) bareng Bunda-bunda di IP Jakarta

Saat pertama kali menjadi fasil bunsay 2, saya diamanahkan menjadi fasil untuk Jakarta 2 😊
Jadi rasanya kayak reunian 😁

Nah untuk malam ini, in syaa Allah seperti yg sudah disampaikan, kita bakal diskusi bareng yah

Jadi bentuknya bukan saya memberi materi kemudian saya sendiri yang menjawab pertanyaan

Melainkan, semua yang ada di sini bisa bertanya, bisa ikut menjawab

Tadi gimana, nonton filmnya ada yang nangis kah?

Saya baru awal aja sudah berasa sedih gitu Bund.

Film India emang topnya dah kalau urusan menguras airmata.
Drakor kalah dah, bagi saya tapi🀭

Ah samaaa mbak Nita, mbak Hikmah, saya juga gituh. Dasarnya gampang bombay juga

Eh tapi biar udah nonton, nonton lagi tetep aja mewek lagi
[6/3 19:29] IP Mba Tutik: Disekolah anak2 saya justru ibuk2nya yg gemes sendiri ama anak2nya…kadang ibuknya yg minder sama nilai akademik anaknya…saya malah justru gemes sama emaknya 🀣

Kdang biar emak anak2 itu bisa tau kelebihan anaknya saya korek ttg anak tsb dr anak saya trs pas ngobrol sama emaknya saya ceritakan kelebihan anaknya.

Tp namanya udh jd mindset ya sdh tetep aja begituh. Akademik dianggap kemampuan nomer wahid 😁

Peran pentingnya nya adalah orang tua sedini mumgkin harus observasi anaknya apakah ada yg “beda” Pd diri si anak. Meski secara fisik baik2 saja.

Yup..
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah..
_apa ya yang kira2 menyebabkan kita lakukan orang dewasa, baik sebagai guru maupun orangtua, luput melihat sumber masalah?_

Noted, saya catat ya
1. Kita tidak melihat anak dengan mata hati atau mata yg berbinar (mbak Qitbi)
2. Pola asuh yg turun temurun yg scr tdk sadar mempengaruhi pola asuh keturunan selanjutnya (mbak Tutik)
3. Mungkin karena orangtua sibuk dengan target hidupnya sendiri. Jadi lebih fokus ke bagaimana mencapai sesuatu tanpa melihat apakah ada sesuatu yang bakalan timbul jika target tercapai atau tidak.
Lebih memikirkan apa pendapat orang lain dari pada perasaan anak sendiri. (Mbak Nita)
4. Memang kadang setiap diri mulai dari hal kecil perlu peka terhadap sumber masalah yaa dan bukan hanya semata2 berorientasi pada hasil (Mbak Ima)
5. Melihat keberhasilan dr sudut pandang orang tua bukan berdasarkan fitrah setiap anak 😁 (Mbak Tutik)

Terimakasih sudah berpartisipasi menjawab ya
ada beberapa jawaban yang mirip
Bahwa orang dewasa luput melihat sumber masalah karena lebih memfokuskan sudut pandang pada *hasil*, bukan proses

Menarik juga yang ditulis mbak Tutik tentang pola asuh yang didapat oleh orang dewasa itu sendiri

Mungkin bisa dikasih kesimpulan hasil diskusi kita malam ini. Sebagai gambaran buat orangtua ke depannya harus bagaimana menyikapi anak yang ‘berbeda’ atau dianggap ‘berbeda’ dari kebanyakan anak lainnya.

Mulailah dari melihat diri sendiri

Oya bun terkadang tuntutan itu muncul dari lingkungan terdekat seperti keluarga dekat. Nah bagaimana caranya agar kita tidak terpengaruh oleh tuntutan lingkungan dan fokus pada sumber masalah dan proses pembelajaran anak?

Pegang apa yang ingin kita capai mbak Ima

Setiap keluarga memiliki misi dan visi

Setiap keluarga unik

Demikian juga masing2 anggota keluarga

Bukan berarti kita menutup diri terhadap saran dan kritik yang membangun ya.

Percaya dan terimalah anak-anak kita sebagai anugerah sekaligus amanah indah dariNya

Pondok Kelapa.

Selasa.180619:23.12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s