DITUSUK SAAT JADI IMAM SHALAT SUBUH

*_Kisah Pengantar Rehat_*

DITUSUK SAAT JADI IMAM SHALAT SUBUH

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Amr bin Maimun ra. bahwa Khalifah ‘Umar ra. ditusuk perutnya ketika shalat subuh oleh budak Majusi yang bernama Abu Lu’luah.

Abu Lu’luah Al-Majusi menunggu kedatangan Umar dikegelapan subuh. Dia bersembembunyi di dekat masjid. Dia tetap berada di tempat itu sampai akhirnya Umar masuk masjid dan membangunkan orang-orang untuk shalat Subuh.

Lalu didirikanlah shalat dengan Umar sebagai Imamnya.

“Allaahu Akbar”, Khalifah Umar bertakbir. Dan ketika ia mulai melantunkan ayat-ayat Al-Quran, budak tadi keluar dari persembunyiannya.

Secepat kilat ia menyerang Umar dengan 3 tusukan. Tusukan pertama mengenai dada, tusukan kedua mengenai perut dan terakhir mengenai bagian bawah pusar.

Umar menjerit dan roboh ke tanah. Dan saat itu ia mengulang-ulang Firman Allah :
وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
“Dan ketentuan Allah adalah takdir yang pasti terjadi” (QS. Al-Ahzab :38)

Lalu Abdurrahman bin Auf, maju menggantikan Khalifah Umar untuk menyelesaikan shalat berjamaah tersebut.

Sementara itu, setelah menusuk Umar, budak tadi menerobos ke barisan kaum Muslimin dengan pisaunya yang diayun ayunkan ke kiri dan kanan. Ada 13 orang yg terkena pisau itu, 7 diantaranya meninggal dunia.

Lalu ia berhenti dengan menghunus pisaunya. Setiap orang yang mendekatinya pasti diserangnya. Sampai ada seorang yang melempar sebuah kain selendang tebal ke arahnya.

Budak itu terhuyung-huyung. Ia merasa kaum muslimin akan segera meringkusnya, dia panik. Dan seketika itu ia tikamkan pisau itu ke tubuhnya sendiri. Dia bunuh diri.

Khalifah Umar langsung dibopong ke rumahnya. Orang-orang yang menunggu di sekitarnya menangis.

Khalifah Umar pingsan sampai menjelang matahari terbit. Ketika beliau sadar, dipandangnya wajah orang-orang disekelilingnya.

Pertanyaan yang pertama kali ia ucapkan adalah :
“Apakah manusia sudah shalat ?”

Mereka menjawab : “Sudah.”

“Segala puji bagi Allah, sesungguhnya tak dianggap Islam orang yg meninggalkan shalat”, katanya.

Saat itu darah terus mengalir dari luka beliau sehingga para sahabat menutupinya dengan Kain sorban.

Demikianlah Umar menunaikan shalat subuhnya yang tadi belum diselesaikannya.

Setelah itu Khalifah Umar bertanya kepada Ibnu Abbas :
“Apakah engkau melihat siapa yang telah menyerangku?”

Dijawab oleh sahabat yang lain, “Anda diserang oleh seorang budak majusi. Beberapa orang juga telah diserangnya, lalu dia bunuh diri.”

Khalifah Umar berkata :
“Segala Puji Bagi Allah yang menjadikan pembunuhku tidak dapat memusuhiku dihadapan Allah dengan satu sujud pun.”

Setelah itu Thabib datang mengobati luka beliau dan berkata kepada Khalifah Umar,
“Wahai Amirul Mukminin berwasiatlah, Aku yakin kalau tidak hari ini, pasti besok engakau akan meninggal.”

Khalifah Umar menjawab :
“Engkau benar Andai saja engkau tidak mengucapkan yang seperti tadi, pasti kau telah berbohong”.

“Demi Allah seandainya aku miliki semua isi dunia, akan aku gadaikan demi menghadapi dahsyatnya suatu hari saat menghadap Allah”, lanjutnya.

Luka tusuk Khalifah Umar sangatlah parah. Sampai-sampai Khalifah Umar diberi minum air kurma dan diminumnya maka keluar dari tenggorokannya. Kemudian diberi air susu maka beliau meminumnya dan keluar dari lukanya.

Mereka mengetahui bahwa beliau akan meninggal dan para sahabat masuk menemuinya. Kemudian datanglah seorang pemuda dan berkata kepadanya,
“Berbahagialah engkau wahai Amirul Mukminin, Kau menjadi sahabat Rasulullah, kemudian menjadi khalifah yang adil, lalu mati syahid. “

Kemudian Umar berkata :
“Aku cukup senang ketika keluar dari dunia, dalam keadaan telah melaksanakan semua tugas. Tak perlu tambahan pujian bagiku.”

Berikutnya rasa sakit yang dialami Umar bertambah parah, dan kepayahan itu pun telah menyelimuti dirinya.

Abdullah bin Umar anaknya bercerita : “Ayahku pingsan, lalu kuletakkan kepalanya diatas tanganku.”

Ketika sadar, beliau berkata:
“Letakan kepalaku diatas tanah.”

Lalu beliau pingsan kembali. Kupegangi kepalanya dengan tanganku. Ketika sadar kembali, beliau mengulangi permintaannya:
“Letakan kepalaku diatas tanah.”

Aku pun berkata,
“Wahai Ayah, apakah tidak sama saja antara tanganku dan tanah?”.

Khalifah Umar berkata menjawab : “Temukan wajahku dengan tanah. Semoga Allah mengasihaniku. Kalau aku sudah mati, segeralah kubur aku. Yang demikian adalah kebaikan yang kau segerakan bagiku, atau sebuah kejelekan yang kau lepaskan dari pundak kalian”.

Khalifah Umar berkata: “Celakalah Umar, jika Allah tidak mengampuninya.”

Lalu tubuhnya melemah dan beliau menghadapi sakaratul maut dan meninggal.

Khalifah Umar dikubur disamping dua Sahabatnya yaitu Rasulullah Saw dan Abu Bakar.

Sumber : bacaan madani dot com

➖➖➖➖🍁🍁🍁➖➖➖➖
*Kisah Teladan:*

Repost :Ati Ummu Aqila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s