Reading Share : Hidup Tenang

Malam ini adalah pertama kalinya reading share di grup RBM.

Berikut kisahnya…

➖➖➖➖➖➖➖

Bismillaah

Assalamu’alaikum teman-teman RBM semuanya..

Alhamdulillaah hari ini kebagian tugas berbagi bacaan di RBM, menggantikan member lain. Mudah-mudahan bisa bermanfaat ya..

Buku yang akan aku bahas, berjudul *Hidup Tenang* dengan penulis *Tim Ujung Pesiar*. Penerbit *Pinisi Samudra Ilmu*. Cetakan pertama April 2019.

Aku beli buku ini setelah mendapat rekomendasi dari seorang sahabat. Kata beliau buku ini bagus sebagai _reminder_. Penasaran kan, apalagi setelah gugling, belum ada satupun review yang membahas buku ini. Yaah, _gak_ ada contekan buat RS deh.. 🤭🤭
Mungkin karena tergolong baru terbit juga ya. 🥰🥰

Awalnya aku pikir sebuah novel, ternyata salah. 😁😁
Buku ini sebuah antologi dari beberapa penulis yang menamakan tim mereka “Ujung Pesiar” (hhmmm… Setelah baca sampai akhir, sepertinya paham kenapa mereka memilih nama itu).

Buka.. buka.. buka.. Kok editornya Yulian Purnama? Bukankah beliau seorang ustadz? Begitu pikirku, jadi makin penasaran nih, dengan isi antologi ini.

Hidup tenang biasanya dikaitkan dengan hati, hati tenang hidup pun akan menjadi tenang. Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh buku ini. Tapi, hati pun dipengaruhi dengan berbagai macam emosi yang mewarnainya. Buku ini membahas mengenai bahagia, sedih, takut, harap, sakit hati, sabar, dengki, syukur, iri, ikhlas, malu, optimis, putus asa, galau dan tawakal.

Buku ini kembali mengingatkan bahwa emosi apapun yang kita rasakan di hati, sejatinya kita bisa mengatur dan meng- _counter_ nya dengan kembali mengingat ALLAH. Kembali mengingat asal kita diciptakan dan kemana tujuan hidup kita nantinya. Kembali mengingatkan bahwa dunia itu semu, fana, sementara, begitu pula dengan apa yang kita rasakan. Jangan berlarut-larut hanyut dalam emosi negatif. Tetapi jangan pula terlena dengan emosi positif yang ada.

Hiks, _ngena_ banget ini. Jlebb… 💘💘💘
Alhamdulillaah setelah baca sampai selesai bisa _me-recharge_ hati.

Beberapa poin yang aku benar-benar garis bawahi dari buku ini (tapi ini subjektif banget ya, mungkin kalau teman-teman baca sendiri bisa berbeda) adalah:
1. Untuk bahagia, kuncinya cuma satu, terus belajar ilmu agama
2. Sedih boleh, tetapi tetap jaga hati dan lisan dari umpatan dan hujatan.
3. Sakit hati dan tidak bisa memaafkan, tidak apa-apa. Memaafkan itu sunnah. Tapi lebih utama jika bisa memaafkan.
4. Iri? Boleh. Irilah kepada orang yang ibadahnya bagus. Irilah kepada orang yang banyak harta sehingga bisa digunakan untuk banyak beribadah.
5. Orang besar tidak mengurusi hal yang kecil. Jasuke, jangan suka kepo!

Di dalam buku ini juga ada beberapa kisah dari para ulama yang baru kali ini aku baca. Aku juga belajar beberapa kosakata baru yang belum pernah didengar. Alhamdulillaah jadi mendapat ilmu baru dengan membaca buku ini.

Reviewer : Mba Nita

➖➖➖➖➖➖➖

Pondok Kelapa, 04-09-2019;22.22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s