BONDING/MEMBANGUN IKATAN DENGAN AYAT

Oleh: Ustadzah Siti Fauziah Waruhu, S.Pd., Gr.

➖➖➖➖➖

*_Bagaimana Membangun ikatan dengan Ayat?_* Iya gimana tuh? Gimana membangun ikatan dengan Ayat? Gimana²? Kenyataannya sering banget ga terikat sama ayat. Yakan? Lebih suka diikat sama tugas² duniawi. Lebih sering rela diikat kesibukan materi. Heuheu. Lebih seneng diikat sama manusia, paling gece ngedumel kalo diPHP-in. *Dua jam doang utk akhirat padahal mah.* 2 jam doang utk sebuah syafaat nantinya. 22 jam selebihnya biarlah utk dunia. Biarkanlah

Gini. Pernah *PANGLING?* Pernah dekat, berteman baik dengan seseorang. Tapi suatu hari saat bertemu atau melihatnya lagi, kaya ga kenal. Pangling sama sekali. Sebab bertahun² waktu berlalu, mengubah banyak hal dari tampilan seseorang. Mungkin dia jadi kurusan atau juga berubah gaya pakaian. Jadi saat melihat atau bertemu kembali, serasa ngga kenal. _Masasih itu dia? Kaya bukan dia deh?_ Bener ga sih itu dia? Ko beda sih?

Padahal sebenarnya bukan ayatnya yg berubah, tapi jelas kitanya yg goyah. Ayatnya tetap di situ saja, tapi kitanya yg ngeluyur kemana-mana hingga luntur hafalannya. Kasiaaan. Udh gitu sok²an udh berjuang titik darah penghabisan. Sok²an galau di medsos minim hafalan. Udh tau itu aib, masih aja diumbar yakan ya:p

Kepada ayat Alqur’an pun kita bisa mengalami demikian. Seriusan. Dulu kita dekat, akrab, hafal. Tapi begitu waktu berlalu, murojaah terbengkalai. Ga pernah dipakai sholat atau jadi hidangan khusus dalam interaksi kita ke sesama.

Lebih seneng make quotes yg kosong dari nilai Al-Qur’an. Kadang juga rokaat sholat cuma berputar sekitar 3 qul. Saya nemu org yg kalo sholat jadi imam gajauh² dari ayat² pendek paling akhir khatam (saya deh kayanya). Padhl sebenarnya hafalannya banyak (org lain). Banyak doang. Ga dipake. Pdhl pas jadi imam sholat, itutuh inspiratif banget dipakein. Tantangannya di sini.

Maka begitulah. Saat bertemu lagi dengan ayat yg sama, rasanya pangling, asing, serasa ga kenal. Seolah baru bertemu pertama kali. Sedih ya. Begitulah kalo kurang penjagaan.

Yap. Membangun ikatan dengan surat dan ayat itu gini. Kalo suatu waktu, suatu ayat terasa sangat sulit dihafal. Susunan katanya sangat asing, susah sekali nyantol di ingatan. Pas dihafal lupa lagi. Lieur. Dll. Maka, *coba tadabburi dulu artinya. Atau buka tafsirnya. Resapi maknanya. Lalu penggal kata²nya, ingat²lah artinya. Setiap katanya pasti bermakna, maknailah. Rasakanlah. Munculkan kesan mendalam pada ayat tersebut agar kita jatuh hati.* Iya, jatuhkah hatimu pada kalamNya. Biar Allah yang menghimpun dan mengangkatmu dengan pelan. Versi saya, penting bikin kesan romantisme dengan Ayat.

Karena gimanapun, sulitnya kita menghafal suatu ayat bisa jadi karena kita belum jatuh cinta padanya.

Wis yaah materi abal² dari saya. Alhaqqu min robbikum. Falatakunanna minal mumtaariin.

➖➖➖➖➖
*#SahabatMenghafalmu*
©Iqro’ Warobbukal Akrom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s