Games Level 11 – Day 5 – Pentingnya Aqil dan Baligh Secara Bersamaan

Bismillah..

Waktu presentasi di WAG : 24-02-2020

Apa itu definisi dari aqil dan baligh?
aqil adalah kondisi tercapainya kedewasaan piskologis, sosial, finansial, dan tanggungjawab penuh. Baligh adalah kondisi tercapainya kedewasaan biologis dengan kematangan alat reproduksi.
Masa transisi yaitu baligh belum aqil atau biasa disebut remaja, tidak dikenal dalam islam.
Istilah remaja, baru dikenal ketika awal abad 20.
bahkan di suku samoa, yang berasal dari jerman, tidak pernah mengenal kata remaja, dan di dunia pendidikan pun, hanya dikenal pedagogi (anak – anak) dan andrologi (dewasa). Sehingga, fitrah manusia itu ketika ia matang secara biologis, maka tidak lama ia akan matang secara psikologisnya jugaaa. Bahkan, ada referensi, bahwa ketika maximal usia 15 tahun, anak sudah bisa diberikan tanggungjawab penuh.


Maka, tidak heran, ketika di zaman Rasulullah, masih muda pun sudah bisa jadi panglima.
Nah, biasanya usia sebelum aqil baligh itu sebelum usia 14 tahun, dan setelah aqil baligh itu lebih dari 14 tahun
Lalu, bagaimana jika anak baligh, namun belum aqil?
bagaimana nih jika anak sudah baligh tapi belum aqil?
Padahal sejatinya dalam Islam, aqil dan baligh itu 1 paket, tidak dipisah-pisah.
Dan realitas kehidupan masa kini menunjukkan bahwa kematangan fisik itu cenderung melahirkan nafsu, baik nafsu seks maupun nafsu agresifitas.Karena itulah bisa terjadi kasus-kasus seperti yang tertera di slide
Jika nafsu ini tidak mampu dikendalikan maka ia menjadi membahayakan. Sementara, yang mampu mengendalikan hal ini adalah akal. Oleh karena itu dalam konteks pendidikan, ketika membangun kematangan fisik namun lalai dalam membangun kematangan mental maka akan kewalahan dalam mengendalikan nafsunya. Sebab, kontrol akalnya belum dimiliki.
Nah karena sudah baligh namun belum aqil, maka konsep adab, tanggung jawab dan kemandirian sebagai ciri orang dewasa cenderung menjadi rusak. Sehingga mereka seolah “dihalalkan” untuk berperilaku tidak beradab karena sedang menjalani masa “transisi” yang penuh gejolak.
Ku Dan jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan banyak lahir generasi matang syahwat tanpa kematangan mental/akal, dimana nafsu begitu bergejolak sementara akal sebagai alat pengendali hawa nafsu masih belum matang.
Kita ambil contoh pada masa kenabian dulu
Rasulullah sudah berdagang pada usia 12 tahun dan sudah memimpin ekspedisi pada usia 17 tahun
Ada juga Usamah bin Zaih yang sudah menjadi panglima saat usianya 18 tahun
Lalu jangan lupakan para pemuda Ashabul Kahfi
Juga beberapa sahabat nabi yang masuk Islam pada usia “remaja” tadi tapi sudah berkontribusi banyak
Contohnya Ali bin Abi Thalib

Beliau saat umur 10 tahun sudah mengakui Islam
Nah lalu apa yang harus diajarkan oleh orang tua agar anak-anak bisa aqil baligh bersamaan? Akan dijelaskan oleh teh Lirih


Bismillah
Supaya aqil dan baligh berjalan bersamaan, orang tua berperan penting. Kira2 apa ya teh yg bisa dilakukan orang tua?
Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan oleh ortu :

  1. Penanaman iman sejak dini
    Ajak anak berpikir dan berdialog tentang konsep hidup sebagai seorang muslim, mengajarkan nilai-nilai islam sejak dini, juga syariat Islam hingga ketika baligh ia sudah terbiasa.
  2. Menyiapkan pola pikir anak untuk menjadi dewasa ketika ia sudah baligh.
    Sehingga akan seimbang antara perkembangan fisik yang matang, dengan akal yang dewasa.
  3. Menanamkan tanggung jawab dengan memberikan kepercayaan untuk melakukan suatu tugas.
    Misalnya bisa kita delegasikan untuk mengerjakan suatu tugas, ciptakan kebebasan dan kenyamanan tetapi dalam batas pengawasan orangtua.
  4. Mengajarkan kemandirian.
    Anak usia baligh cenderung menyukai tantangan. Maka berikan ia challenge, namun tetap dalam batasan.

Anak usia baligh juga, ada dalam tahap dimana ia butuh pengakuan diri. Maka peran orang tua adalah dengan menjadi partner, tanpa intervensi berlebihan.
Ajak anak2 kita dalam lebih banyak aktivitas sosial, sehingga bisa melatih kemandirian dan interpersonalnya.

Dan orang tua harus memberi contoh teladan bagi anak-anak
Namun harap di ingat. Kedekatan dengan anak-anak tanggung ini tidak bisa secara instan
Harus dimulai semenjak bayi. Baik ayah maupun ibu
Dongeng, praktik baik, ikut ke pantai asuhan, kajian, ke rumah nenek kakek, silaturahmi, bisa menanamkan kebaikan sejak dini
Jangan lupa tanamkan tujuan di setiap hal baik. Jangan Sampai mereka melakukan sesuatu namun tak paham arti dan tujuannya
Laksana memakai baju namun tak sesuai acara.

Day5 #Level 11 #fitrahseksualitas#ibuprofesional#bunsaypranikah#batch5

Pondok Kelapa, 05032020:1225