MENEMUKAN RASA, MENGUBAH NASIB

Terasa kehidupan terlalu berat untuk dijalani?
Atau justru terlalu mudah?

Ada rahasia dibalik nasib apa yg sekarang sedang kita jalani, apakah itu?

Berikut adalah resume kajian nya

Terima kasih Ya Allah.

Ajukan 4 Pertanyaan

1. Apa yang harus dilakukan, agar engkau mencintai ku?

2. Siapa yang akan aku berikan inspirasi agar mendapat shalawat?

3. Apa yang harus aku lakukan agar kwalitas hidupku meningkat?

4. Hal berbeda apa yang harus aku lakukan hari.

Lalu, lanjut minum air putih. Dengan sebelumnya berbicara yang positif kepada air. Karena air bisa merespon.

Ke kamar mandi, mensyukuri karena mudah untuk buang air kecil dan besar.

Berwudhu dengan meaningful. Contohnya, Ketika berkumur-kumur, semoga mulut ini mulut yang membawa kebaikan untuk banyak orang. Ketika membasuh hidung, Ya Allah izinkan hidung ini mencium baunya surga. Ketika membasuh wajah, Ya Allah hamba mohon agar wajah ini menjadi wajah yang enak di pandang olehMu dan menjadikan orang lain yang memandang nya menjadikan ingat kepada Mu. Ketika membasuh tangan sambil berdoa memohon ampunan atas kelakukan tangan, Ya Allah ampunilah dosa-dosa tanganku dan hasilkanlah karya-karya yang Engkau berkahi. Ketika membasuh kepala, Ya Allah ampunilah ampunilah dosa-dosa pikiranku, jernihkanlah pikiranku. Ketika membasuh telinga, Ya Allah ampunilah dosa-dosa telingaku. Ketika membasuh kaki, Izinkan kaki ini datang ke tempat-tempat yang kau Ridhoi.

Lakukan hidup dengan meaningful bukan sekedar rutinitas. Semua hidup bermakna.

Hati-hati dengan perasaan di pagi hari. Steve Job selalu mengajukan pertanyaan ke dalam diri, “Jika hari ini menjadi hari terakhir, apa yang harus aku lakukan?”

Jika setiap bulan ada transfer 25 juta tanpa ada nama lalu ada tulisan “dari yang mencintaimu”, selama 15 tahun. Setelah 15 tahun menyampaikan pesan “Nanti malam kita ketemuan”. Apakah kita mau? Pasti mau.

Bagaimana dengan Allah?. Allah mengirimkan kita lebih dari 25 juta. “Aku mencintaimu, aku hadir. Tapi engkau lupa untuk datang, tapi engkau sibuk tidur, Aku hadir. Layakkah engkau mengaku sebagai kekasihmu.”

Disepertiga malam Allah bukan hanya datang, tapi dosa-dosa kita ampuni, derajatnya diangkat.

Satu sumber ketidakbahagian adalah perasaan yang tidak menerima (Tidak ridho dengan ketetapan Allah)

Tanda mencintai diri kita. Fokus pada kelebihan kita, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga fisik.

Setiap hari MeTime, ngobrol dengan diri sendiri. Ajukan pertanyaan tentang emosi yang telah dirasakan setiap hari. Ajak ngobrol emosi kita. Lalu tulislah.

Astagfirullah, kita suka fokus pada kesalahan. Dan lupa untuk mengapresiasi.

Bagaimana cara Bersyukur ?

Sebelum tidur lakukan :

3 Pilar Inner Peace
1. Yakin bertemu dengan Allah
2. Bangun di sepertiga malam
3. Mengunjungi orang sakit
4. Menemui orang hancur hatinya

Ujung pangkal dari nasib kita adalah perasaan. Maka tatalah hati kita. Menjadi hati yang terus berharap Ridho Allah.

Perasaan ini ingin di asah? Ikuti Mentoring

Pondok Kelapa, 140621.07.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s