Cermin Keluarga Ibrahim

[WEBINAR TERAS SPESIAL AL-QURAN]

Sahabat.. Diantara pilar-pilar kebahagiaan adalah having a good family’s life. Karena di antara poros bahagia dimulai dari bagaimana kehidupan berumah tangga. Bahkan Nabi kita mulia mengabarkan akan kondisi berumah tangganya sebagaimana suasana surga, Baiti Jannati – Rumahku Surgaku.

Sayangnya ditengah kondisi pandemi dan penuh keterbatasan ini memicu banyak keluarga muslim yang rumah tangganya mengalami persilisihan, keretakan hingga perpecahan. Dan salah satu faktor penyebabnya adalah salah menjadikan keteladanan dalam berumah tangga.

Berkaca dari kondisi-kondisi itulah sudah sepantasnya kita belajar keteladanan yang akan membimbing rumah tangga surga hadir di kehidupannya. Dan sungguh diantara cermin keluarga teladan ada pada keluarga Nabi Ibrahim AS.

Untuk itu, mari kita kaji bersama dalam Kajian Teras al Qur’an yang membahas bagaimana keteladanan keluarga Ibrahim AS menjadi pantulan hadirnya kebahagiaan surga dalam rumahtangga dengan tema “Cermin Keluarga Ibrahim”

Berikut adalah resumenya.

Ustadz Zul memulai kajian TERAS QURAN pagi ini dgn doa yang menggetarkan jiwa:

Duhai Rabbi..
DitanganMulah semua nikmat dan karunia Engkau berikan

DisisiMu ampunan Engkau berikan

Hanya dengan mengingatMu hati kami dipenuhi kebahagiaan

Maka dalam kondisi terbatas sekalipun jangan Engkau tinggalkan kami..

Hujamkan dalam hati2 kami pemahaman atas pesan cinta yang Kau berikan..

Ya Allah..
Ya Rabbi..

Ampuni segala dosa dan kesalahan bahkan kemaksiatan, kekufuran, kesyirikan yang dgn itu Engkau hadirkan kondisi saat ini ya rabb..

Jangan biarkan kami terlambat bertaubat agar bisa bahagia diakhirat..

.

Duhai Allah berikan kepada kami Ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan halal, hati yang selamat dan amal yang engkau terima..

Aamiin ya rabb

🤲🏻🤲🏻😭😭❤️❤️

Sambil memulai kajian dgn membaca chat peserta TERAS QURAN pagi ini..

Dimana banyak keluarga kita yang terpapar Covid, sementara oksigen makin terbatas..

Kondisi dunia yang makin luar biasa terjadi dihadapan kita saat ini..

.

Maka kita membaca pesan cintaNya..

Mulai dari brpa banyak nikmat yang Allah beri dulu yang nggak pernah kita syukuri..

Dan hari ini justru nikmat itu yang sangaat kita dambakan..

.

 وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

*_”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”_*

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

_“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.”_
(HR. Bukhari)

Kemudian dari pesan2 cinta yang Allah hadirkan itu..

Kita terus berupaya dan nggak patas semangaat untuk mendekat padaNya..

Bahkan istiqomah hadir di majelis2 ilmu..

Yang salah satunya adalah TERAS PPA..

Maka semoga Allah hujamkan Sakinah (ketenangan), dinaungi rahmat, dikelilingi malaikat dan semoga jadi makhluk yang dimuliakan..Aamiin ya rabb


🥺

Semoga dengan semua kejadian yang ada ditengah2 kita hari ini..

Kita bisa memahami dan membaca ayat2 cintaNya..

Makin tahu apa tujuan utama hidup kita..

.

Dan jangan sampai kita hanya bisa selalu mengingat Allah ketika susah dan sakit saja..

Namun ketika lapang dan sehat kembali jauh padaNya

Maka agar kita bisa punya role model yang hadir dari sisi Allah..

InsyaAllah salah satu yang bisa kita contohi adalah keluarga Nabi Ibrahim..

😭

Menikmati rasa dalam shalat, doa dan Segala aktivitas apapaun itu.

Yakinlah ini episode terbaik dari Allah.

Hal apa yang kita cari di dalam hidup?

Kenapa hal itu yang dicari?

Dari mana kita ingin memulainya?

Contoh dari keluarga Ibrahim ini adalah dalam QS. Ash Shaffat : 100-102

*رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ*

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 100)

.

Dalam doa ini Nabi Ibrahim tidak sekedar meminta anak..

Namun anak yang sholeh:
1. Anak yang sholeh yang membantuku dalam ketaatan padaMu dan menghiburku di negeri yang asing

2. Anak Sholeh yang selalu mentaatiMu, menjalankan AgamaMu dan mendukungku sungguh2 mentaatiMu

Doa ini Nabi Ibrahim sampaikan ketika sudah skeptic dari kaumnya dan beliau telah melihat tidak adanya kebaikan pada mereka..

Maka nabi Ibrahim berdoa kepada Allah agar dianugerahi seorang *_anak yang sholeh yang dijadikan bermanfaat oleh Allah diwaktu beliau masih hidup dan sepeninggalnya_*

.

MaasyaAllah..

Doa indah dari seorang ayah yang imannya luar biasa kepada Allah

Kemudian pada suatu kondisi Allah anugerahkan nabi ibrahim anak lewat Siti Hajar yang kemudian kisahnya kita tahu bahwa disaat lagi sayang2nya kepada sang Anak..

Nabi Ibrahim meninggalkan Bunda Siti Hajar dan Nabi Ismail kecil karena perintahNya..

Namun ada satu doa yang dipanjatian nabi Ibrahim ketika meninggalkan istri dan anaknya..

*Doa Nitip Nabi Ibrahim*

Apa yang diminta Nabi Ibrahim dalam doa nitipnya ketika meninggalkan anaknya di lembah yang tandus, ditengah gurun pasir yang panas saat itu..

Agar anaknya:
– Mendirikan Sholat
– Manfaat untuk banyak orang (Hati manusia lain cenderung kepada mereka)
– Diberikan Rezeki agar mereka jadi anak yang bersyukur..

MaasyaAllah..

.

Nabi Ibrahim nggak minta agar anaknya dititipi dunia namun agar dititipi iman dan tauhid yang lurus padaNya

Allah..😭

*فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ*

“Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 101)

.

MaasyaAllah..

Dengan Maha cintaNya Allah maka diberikan kabar gembira dengan hadirnya seorang anak yang amat penyabar untuk menjawab doa Nabi Ibrahim tersebut..

Anak inilah yang kita kenal yaitu Nabi Ismail as..

Nabi Ismail ini kemudian Allah sifati dgn *_Al-Hilm_* yang mengandung arti Sabar, Budi Pekerti yang luhur, Lapang Dada, dan Memaafkan orang yang berbuat Salah..

Doa..

Kayakan aku dengan ilmu, mulia aku dengan takwa, baguskan aku dengan kesehatan yang afiyah.

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:

/Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa/

(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)”

(HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya)

*فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَا لَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْۤ اَرٰى فِى الْمَنَا مِ اَنِّيْۤ اَذْبَحُكَ فَا نْظُرْ مَا ذَا تَرٰى ۗ قَا لَ يٰۤاَ بَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ*

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.””
(QS. As-Saffat 37: Ayat 102)

.

Kemudian ketika Ismail beranjak Dewasa (kalau kita memahami itu usia remaja)..

Maka Allah hadirkan mimpi kepada Nabi Ibrahim..

Beliau bermimpi untuk menyembelih Anaknya..

Namun sang Ayah menunjukan sikap yang luar biasa yaitu meminta pendapat sang anak tanpa memaksakan..

Dan sang Anak menunjukkan sikap yang lebih dahsyat lagi yaitu..

Mengiyakan dgn doa dan harap yang luar biasa..

Ketika Nabi Ismail berkata:

_”Duhai ayahku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, InsyaAllah aku termasuk orang2 yang sabar”_

Allah ya rabb..🥺

Obrolan indah antara Ayah dan Anak yang penuh iman dan tauhid yang kokoh..

.

Dari sini kita belajar menjadi orang tua yang banyak2 berdialog kepada anak..

Memulai musyawarah bukan mendikte maupun memaksaakan kemauan kita..

Karena sekelas Nabi Ibrahim saja yang Tauhidnya utuh serta dekatnya dengan Allah bgtu luar biasa.. masih juga meminta pendapat sang anak..

Bahkan itu terkait wahyu..

Allah ya rabb..

Tauhid sang anak yang Kokoh dan sabar yang sesungguhnya..

.

Bahkan sekelas Nabi Ismail berdoa dgn ucapan _InsyaAllah_.. betapa Allah menghadirkan contoh hambaNya yang luar biasa tauhid dan sabarnya dalam ketaatan

Apabila terjadi kerusakan terhadap anak maka penyebab utamanya adalah ayah

Allah..🥺

Ketika kita kenal dengan diri, maka kita kenal dengan Allah.

Bagaimana mengenal diri?. Tanyakan pada diri.

1. Kita dari mana?

2. Sedang apa?

3. Mau kemana?

Kisah di Qur’an banyak kisah Ayah dengan anak.

Cermin Ibrahim

Sudahkan menjadi ayah yang baik?


Dialog Nabi Ibrahim dgn ayahnya ini memberi pelajaran yang amat berharga buat kita..

Sekalipun orang tua kita bisa jadi jauh dari Allah namun cara kita menyapa, berkomunikasi bahkan berinteraksi dgn mereka haruslah dgn cara2 yang lembut dan baik..

Sebagai hamba Allah, kita belajar untuk selalu memurnikan dan meneguhkan IMAN, kita belajar keIKHLASan dalam mengorbankan sesuatu yang kita cintai dengan hanya Fokus ke Allah (JFoA).

Sebagai anak, kita belajar untuk tetap menghormati dan mendoakan orang tua, dalam kondisi apapun, termasuk bertutur kata memuliakan.

Sebagai orang tua, membangun visi tauhid dalam kepemimpinan keluarga, kita belajar untuk menghargai anak dan mendengarkan pendapatan nya, berkomunikasi secara baik dan terbuka.

Sebagai keluarga, kita belajar untuk peduli dengan masa depan keturunan, tidak hnaya dari sisi iman (ahli shalat dan akhlak), tetapi juga kesejahteraan (investasi kebaikan dalam menginisiasi ketadanan)

Semoga Allah jadikan keluarga kita menjadi keluarga terbaik menurut Allah yang pantas mendapatkan ridho dan cintaNya..

Sehingga syurgaNya tempat kita berkumpul dan bersua dinegeri akhirat..Aamiin ya rabb

Notulensi : Ka Yawan

Grup WhatsApp Teras PPA Qur’an.

040721.0734

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s