Komunikasi Penyembuh Jiwa Untuk Keluarga

Ditengah kondisi hari ini bisa jadi kita dalam kondisi kesulitan, kesusahan, kegelisahan dan hal2 yang tidak mengenakan lainnya..

Namun kalau mau jujur..

Allah ngasih ke kita lebih besar mana nikmat atau derita menurut kita?

Coba bayangkan sambil hitung..

Adalah nikmat yang terus Allah kasih tanpa kita minta?

Bagaimana jantung kita yang terus berdetak.. darah yang mengalir.. oksigen yang kita hirup dan banyak nikmat tak terhingga Allah berikan..

.

Maka stop fokus kepada kekurangan dan ketidakenakan hidup..

Dan mulailah merasakan rahmat Allah yang begitu besar..

Berpasrahlah pada kekuasaanNya..

MaasyaAllah..

Kalimat2 pembuka kajian TERAS PPA malam ini oleh kang canun yang dahsyat menggugah jiwa..

❤️🥺

Semoga komunikasi kita tidak membuat orang2 terdekat malah makin terpuruk namun justru menemukan harapan besar padaNya

Kang Canun ternyata pernah Atheis selama 10 tahun..

Beliau kemudian menyampaikan beberapa fakta pengasuhan yang justru membuat banyak anak malah jauh dari Allah dan islam..

Dan dari sini mereka nggak senang bljr agama dan mencari jalan lainnya..

.

🥺

Sebelum mengenalkan siksa dan adzab Allah..

Kenalkan lebih dulu bahwa Allah itu maha penyayang dan pemaaf..

.

MaasyaAllah😭
(Jadi malu banyak hal yang belum kita pelajari jadi orang tuay yang bisa menjaga hidayahNya pada anak)

Karena kita salah memperkenalkan Allah.. karena nafsu kita ingin dituruti anak
😭😭😭

_Kenalkan Allah kepada anak lebih dulu.. sebelum mengajak mereka melakukan ritual ibadah padaNya_

Terlalu banyak luka2 dalam keluarga maka tugas kita adalah mengobatinya dgn benar..

Belajar dari mengobati luka didengkul..

Kita juga sudah tahu caranya..

Mulai dari dibersihkan, dipakaikan alkohol dan obat..

Yuuuk kita mulai memahami hakikat dari keluarga yang kita bangun..

Keluarga hadir dari bertemunya 2 insan (Suami & istri)

.

Yang memulai niat membangun kisah suci dalam pernikahan..

Dulu pernah membayangkan kalau nikah pasti bahagia..

Namun justru yang terjadi adalah sebaliknya..

*_Bukan romantis tapi sadis_*

Dimulai dari saling meminta pengertian dan sayang.. bukan memberi

Sehingga ketika tidak mendapatkan itu dari pasangan maka mulai hadir luka2 itu

Berharap kepada pasangan adalah patah hati yang kita sengaja

Jadi kalau pernikahan kita niatkan untuk ibadah.. maka jangan meminta disana namun banyak memberi

.

Lebih khusus jangan nagih2 sayang namun beri2lah rasa sayangmu kepada pasangan dan anak.. itu yang mendekatimu pada ibadah

*_Berlomba-lomba melakukan kebaikan.. bukan menuntut kebaikan dari orang lain_*

Itulah hakikat ibadah sebagai kontribusi

Luka itu ketika didalam kepala dan hati kita sudah mulai keluar kata _”harusnya…”_

Jangan nuntut anak jadi cahaya buat kita

Jangan nuntut anak memberi mahkota kepada kita disyurga

Jika:

Kita belum bisa jadi cahaya dan mampu memberi mahkota kepada ayah ibu kita

😭😭

Maka yuuuk kita benahi semuanya bareng2 agar Allah makin cinta kepada kita..

Nah dimulai dari mana?

*1. Benahi Niat Kita*

Caranya banyak ber me time bareng Allah..

Jangan sampai kita sering ngobrolin Allah namun jarang ngobrol sama Allah

.

Sekalipun kita banyak salah kepada Allah bahkan sudah terlalu malu untuk balik padaNya

Maka janganlah berputus asa padaNya

.

Karena jika Allah hanya mencari yang sempurna maka cukuplah dgn Malaikat Allah ciptakan

Namun Allah mencari yang sadar dan mampy memperbaiki kesalahannya

.

Maka yuuuk benahi niat karenaNya

*2. Prinsip Tawashaw*

Mengambil hikmah dari surat Al Asr

Allah adalah dzat yang tidak pernah berdusta

Dan dalam ayat ini Allah bahkan bersumpah “Demi waktu Ashar”

_Waktu manusia pulang ke rumah setelah seharian bekerja mencari rezeki_
(Makna waktu Ashar)

Dan Allah memberikan pesan yang sangaat dahsyat pada ayat

“Setiap manusia ada dalam kerugian”

Husrin (lebih dahsyat dari kata rugi) misalnya seseorang menanunggu hutang negara ini 6000T sendirian..

.

Semua yang kita lakukan rugi..

Namun dikuatkan Oleh Allah dalam ayat ke 3: KECUALI:
– Orang beriman
– Mengerjakan kebajikan
– Saling menasehati untuk kesabaran

Dan 3 hal ini sering kali datang menyapa kita dalam bentuk ujian

Jadikan Al quran sebagai petunjuk hidup keluarga kita

Respon ujian dgn dekat padaNya terutama jadikan Al Quran sebagai petunjuk hidup

Banyak-banyak saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran

.

Sebagaimana orang yang akan meninggal maka ia akan memberi wasiat (nasehat)

.

Sering kali kita menasehati bukan karena kebutuhan orang lain namun karena sekedar puasa menegur orang

.

Jadikan nasehat atau wasiat karena merasa bahwa kita sudah mau meninggal

Maka nasehat itu akan tersampai dgn tulus kepada orang yang kita sayang

Ini lah yang akan melahirkan pribadi..

Yang mudah memaafkan dan mulai meminta maaf kepada orang lain sekalipun ia yang benar

Yang selalu termotivasi dalam kebaikan setiap saat

Yang memberi tanpa meminta (nggak modus dan selalu tulus)

Ia akan selalu mudah berinisiatif dalam kebaikan karena dirinya sadar bisa jadi itu waktu terkahirnya bersama orang yang ia cintai

Allah😭😭

Semoga Allah jadikan keluarga kita sebagai keluarga syurga..

Bareng2 di dunia hingga dijannahNya..Aamiin ya rabb

Peresume : Ka Yawan

140621

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s