MENYELAMI ILMU TAHSIN AL-QURAN



Setiap kali membaca ayat-ayat Al Qur’an, sering kali membayangkan betapa indahnya apabila kita hidup di masa Nabi dan para sahabat.

Bagaimana tidak, setiap hari mendengarkan lantunan Kalam ilahi yang setiap huruf nya terucap dari lisan yang Agung (Rasulullah).

Dengan bacaan yang lebih Khas sebab telah diajarkan langsung oleh ruhul amin, pemimpin para malaikat, yakni Jibril Alayhi salam.

Maka dari itu, siapkan diri untuk menikmati indah nya kalam ilahi dalam setiap bacaan yang telah di contohkan oleh Nabi, bacaan nya malaikat jibril, yang bersumber dari kalam nan Agung lagi Suci, Kalamullahil ‘adzim.

Yuk belajar bareng di TERAS PPA spesial Kajian Quran. Setiap hari Ahad pagi.

Bismillah berikut adalah resumenya.

Al-Qur’an itu apa?

Jika itu kitab, kitab apa?

Apa hak-hak Al-Qur’an.

Jawabannya Al-Qur’an adalah sumber kebahagian dari segala kebahagiaan.

Dunia yang kita kejar, tidak bisa membuat kita bahagia. Contoh saya punya uang banyak, punya rumah, punya mobil, anak Sholeh dan shehah, tapi kenapa saya masih gelisah? Karena saya jauh dari Al-Qur’an.

Maka kebahagiaan itu ketika kita diberikan al-Qur’an dan rahmatnya Allah.

Falyafrohu. Dekati Qur’an, hiduplah diatas tuntunan Al-Qur’an.

Maka ketika hadir sebuah gelisahan dalam diri kita, maka tidak akan jauh, kita akan kembali kepada Allah.

Al-Qur’an adalah sumber kebahagiaan dunia dan akhirat

Ketika sedang jauh dengan Al-Qur’an hakikatnya bukan kita yang menjauhkan dari Al-Qur’an tapi Al-Qur’an yang menjauh dari kita.

Ingatlah Al-Qur’an akan berbicara ketika di Yaumul akhir.

Lalu ketika kita membaca Al-Qur’an apa landasannya?

Apakah sudah sesuai dengan bacaan yang di contohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, membaca Al-Qur’an dengan mengeluarkan huruf dari makhrajnya, memenuhi sifatnya dan sesuai dengan hukum bacaannya.

Sanad adalah jalan yang menghubungkan kepada matan hadis, yaitu nama perawinya secara berurutan.

Syarat membaca Al-Quran

1. Sesuai secara tata bahasa

2. Sesuai dengan Rasm Utsmani

3. Mutawatir kepada Rasulullah Saw

Fadhlu Kalamullah

“Ketika membaca al-quran itu bukan sedang membaca yang lain, baca quran itu sedang berkomunikasi dengan Allah”

Ketika membaca Al-Qur’an.

1. Yakinkan kita bukan membaca bacaan yang biasa saja
2. Sedang berkomunikasi dengan Allah

Jika kamu sedang bingung dengan masalahmu, maka curhat kepada Allah dengan Kalam Allah.

Sakralnya Al-Qur’an seperti shalat fardhu. Allah sedang berada dihadapan kita.

Fardhu adalah status hukum dari suatu aktivitas yang harus atau wajib dilaksanakan.


Jika di laksanakan maka berdosa.

Jika ingin diterima maka penuhi rukun-rukunnya.


Rukun-rukun Al-Qur’an adalah memberikan hak-hak huruf di dalam Al-Qur’an.

Ketika kita tidak membaca Al-Qur’an, pada hakikatnya bukan kita yang tidak punya waktu tapi Allah yang membatasi waktu membaca Al-Quran.

Ayat dibawah ini, khusus untuk para Qari, yaitu orang-orang yang membaca Al-Qur’an.

Surah Fathir : 29

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”.

Ketika khataman Al-Qur’an ayat terakhir adalah surat Al-Baqarah ayat 1-5.

Hikmahnya membaca Al-Quran tidak ada pemberhentian untuk di baca.

Mari kita mulai menghadirkan hati ketika membaca Al-Qu’an.

19-Sept-2021.

07.12

Catatan : Jika ada kesalahan dalam pencatatan, mohon di ingatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s